Friday, March 25, 2011

Ayah, Raja Keluarga di Hati

Ayah menjadi satu-satunya lelaki dalam keluarga kecil kami. betapa Ayah hanya ingin memiliki perempuan-perempuan terbaik dalam hidupnya. Istri, dan kedua anak perempuannya. Aku sebagai anak bungsu melihat bagaimana Ayah ingin membuat bangga para perempuannya. Pernah sekali waktu aku meminta adik laki-laki untuk menambah suasana ceria dalam keluarga. Entah dengan alasan seperti apa, Ayah menolak dengan halus. Mungkin takut kedudukannya sebagai lelaki satu-satunya dalam keluarga inti kami terusik. Ahh, tapi sekarang sudah ada suami Mbak yang menjadi lelaki kedua dalam keluarga kami walaupun belum bisa mengusik keberadaannya sebagai Raja di hati kami.

Ayah menjadi seorang Raja dalam kerajaan kecil kami. Walaupun sebagai Raja, tak sekalipun Ayah menggunakan kekuasaannya sewenang-wenang. Semuanya melalui proses dan kesepakatan dari semua pihak keluarga.Aku masih ingat ketika Mama bercerita betapa Ayah rela untuk melakukan perjalanan ke kantor yang jauh karena berbeda kota dengan jarak sekitar 1 jam. Hal itu dilakukan Ayah sejak Mbak kecil bahkan hingga aku beranjak remaja. Ayah ‘mengalah’ pada keputusan Mama yang menginginkan untuk tetap membantu orang tua di kota kelahirannya. Untunglah Ayah memang pengertian. Aku tahu Ayah terlihat lelah dalam perjalanan mencari nafkah untuk kami. Tapi semua yang dilakukan dengan ikhlas memang berbuah kebaikan. Ayah mencapai posisi terbaiknya di pekerjaan yang dilakukan sekarang.

Sejak ada bencana alam kecil di dekat kota tempat tinggal kami dan aku sudah beranjak dewasa serta memutuskan mencari kerja di kota yang sama dengan kota tempat Ayah bekerja, akhirnya kami memutuskan untuk mencari rumah yang lebih dekat dengan kota tersebut. Sekarang, saatnya Mama yang ‘mengalah’ :)

Tapi tidak jarang Ayah menggunakan kekuasaannya ketika hal tersebut berhubungan dengan hobinya. Ayah memang manusia biasa. Untungnya hobi Ayah hampir sama denganku. Berpergian dengan Ayah adalah hal yang menyenangkan. Aku dapat bercerita lebih bebas dengan Ayah tentang keseharianku daripada dengan Mama yang notabene memang lebih dekat dengan Mbak.

Sejak aku sudah memperoleh gelar dalam pendidikanku, tidak jarang Ayah menyindirku untuk segera memiliki seorang pendamping. Ayah tahu anak bungsunya yang manja ini tidak selamanya tetap berada di bawah lindungan orang tua. Seringkali, ketika aku keluar dengan teman-temanku, Ayah menggoda dengan menanyakan kapan aku keluar dengan seorang laki-laki spesial. Aku cuma tersenyum. Dalam hati, aku berdoa, jika aku menemukan jodohku kelak, aku ingin dia menjadi Raja kecil dalam keluarganya dengan kasih sayang yang tinggi dan selalu membimbing keluarganya ke arah yang diberkahi oleh Tuhan, seperti yang Ayah lakukan selama ini.

Last, I will and always say for rest of my life.

Adek sayang Ayah, sayang banget. Semoga Ayah selalu menjadi Raja yang baik hati serta sanggup membimbing langkah kami dan orang-orang sekitarnya. Semoga Ayah selalu diberi kesehatan dan berkah serta rezeki dari Allah SWT.

Salam kecup manis Ayah :)

(ditulis oleh @nuddee di http://dayswithnadee.tumblr.com/post/4063896904/ayah-raja-keluarga-di-hati)

No comments:

Post a Comment