Saturday, April 2, 2011

Anak Perempuan dan Ayah

papa, ah membayangkan mau cerita apa tentang papa air mata sudah menggantung di pelupuk mata. aku adalah anak bungsu papa, yang sungguh menurutku telat lahir. menginjak usia 19, papa sudah 59. terpaut empat puluh tahun, fiuuh! dimana teman yang lain dan papa nya ga sejauh itu jaraknya. tapi aku sungguh sayaaang sama papa. apa papa tau yah? karna di keluargaku hal yang tidak biasa mengungapkan secara gamblang rasa sayang kami satu sama lain. dan apa papa, yang sekarang lagi berpeluh keringat benerin lampu kamar mandi hehe, tau aku lagi asyik cerita tentang dia? ;)

papa yang pendiam. papa yang pemikir. papa yang pintar. papa yang panikan. papa yang sehat memasuki umur 60 tahun ini. papa yang paling ganteng di rumah semuanya yang lain perempuan. dan papa yang tukang marah-marah hehe. aku dan papa bisa dibilang tidak dekat. tapi kami ‘dekat’ dengan cara kami sendiri, cara kami berdua. beda dengan si kakak yang lebih bisa berkomunikasi sama papa, mungkin kesamaan karakter dan bidang kerja mereka. aku lebih sering cerita apa saja sama mama, ya karena papa pendiam itu. kalau cerita, tanggapannya kadang cuma “iya..”, wah bikin keki kan?!

~~

papa yang menamakan anak-anaknya cuma dua rangkaian kata, tapi sulit untuk dilafalkan. terutama namaku. Agietia Muharrami. simpel kan? tapi sampai sekarang ga pernah ada yang seragam manggil nama ini. harus hati-hati kalau daftar sekolah atau daftar apapun, takut nama salah ditulis. tapi senang sih di lain sisi, hampir cuma ada satu nama kayak gitu dan itu.. aku!

~~

aku yang ga deket sama papa, tapi ga bisa lepas sama papa.

dari kecil sampai umur kurang lebih lima atau enam tahun, aku masih tidur bareng sama papa mama. lebih tepatnya tidur di bawah ketiak papa hahaha! wah, aku baru tau aktivitas pasutri itu pas udah gede sih, jadi ga merasa bersalah dulu tidur sama papa dan mengambil waktu papa buat sama mama hihi.

aku di umur empat tahun, ditinggal papa pergi haji. untunglah mama ga ikut juga. karna slama sebulan lebih aku ditinggal, tiap malam sebelum tidur aku meluk foto papa dan nangis sesegukan sampe tidur. mungkin yaa itu, biasa tidur harus sama papa kali yah. aku baru kebayang sekarang, mama mungkin capek kali yah nanggepin aku saat itu dan lucu juga yah ke’lebay’an aku hahaha. aku masih ingat bagaimana menyambut papa pulang dan oleh-olehnya apa, ah bahagia sekali waktu itu!

pernah aku pulang kampung sama mama dan kakak, papa nyusul. di sana, aku demam dan sehat pas papa nyampe ckck..

masih jelas kebayang, suatu pagi pas tk aku ga mau berangkat sekolah. aku kenceng-kenceng meluk leher papa, sampai digendong papa ke bak tempat aku mandi. aku yang tetap sibuk meronta-ronta ga mau mandi dan sekolah, tanpa ngelepasin pelukan aku ke papa.

lalu kalau pas sekolah dasar, aku termasuk anak yang suka sakit. papa suka marah dengan diam karna aku berulang kali sakit. tapi ketika harus ambil darah, papa yang mangku aku dan aku tau, aku aman dan ga akan kenapa-kenapa saat itu.

hal romantis tentunya aku alami juga sama papa. buka puasa berdua di jalan sama papa karena macet. walaupun cuma ada air mineral gelas, tapi sore itu jadi indah karna nikmatnya buka puasa, cantiknya langit senja, dan hanya kami berdua di mobil! ;)

raut khawatir juga pernah jelas tergambar di muka papa ketika aku harus operasi usus buntu. papa yang nganter sampe depan pintu ruang operasi dan sempat berbisik “dah ya papa anter sampai sini, anggie ga akan kenapa-kenapa.”. dan dia yang mondar-mandir depan ruang operasi ketika aku lama ga keluar juga, mama yang cerita hehe. Tapi, duh sungguh maaf yah pa, dan mama juga, aku membuat trauma kalian melihat anak kalian di rumah sakit bahkan di ruang operasi terulang lagi..

dan ketika foto keluarga, aku yang selalu di sebelah papa :)

~~

peralihan umur aku ke remaja, terutama pas sma, papa mulai protektif. padahal dia termasuk papa yang demokratis. terkadang aku benci kekangan itu. aku iri sama temen yang lain yang bebas dibolehin kemana aja dan tidak ditelfon setiap saat. Aku baru tau jawaban kenapa papa begitu, ketika aku di jenjang kuliah dan mama mulai bisa berbicara dewasa ke aku. papa takut kehilangan anaknya yang lain. itu alasannya. sesederhana itu. Tapi dibalik semua itu, rumit. Papa mama pernah kehilangan seorang anak perempuannya di usia 19, seumur aku sekarang. Dan aku baru tau, sesungguhnya yang sangat terpuruk kehilangan adalah papa. Tidak pernah terbayang papa yang terlihat tegar, ternyata hancur lebur sampai lebam di hatinya ketika kehilangan seorang anaknya. Maka itu, dia takut dan ga mau kehilangan lagi. Sepanjang mama cerita, bahkan sampai aku menulis ini, ada basah di ujung mata.

~~

ah papa, tetaplah jadi papa yang aku sayang! kurangin rokok pa… biar papa selalu kuat dan sehat! aku mau papa yang nyetir waktu nganter aku wisuda nanti. aku mau papa yang jadi wali nikah aku ketika akhirnya aku ketemu dia yang jadi takdir terakhir aku. aku mau mengabadikan saat anak-anak aku nanti main sama papa dan manggil-manggil papa “inyi’.. inyi’..!”. aku mau, mau, dan mau banyak hal lainnya sama papa. Love you, pa!

- your youngest daughter, Anggie


68 comments:

  1. chip88.asia Postingan yang sangat bagus, saya setuju dengan Anda 100%!

    ReplyDelete
  2. asialive88.com saya terkesan, saya harus mengatakan ini kepada anda.

    ReplyDelete
  3. infodewapoker.comSangat jarang saya menemukan sebuah blog yang informatif dan menghibur seperti ini.

    ReplyDelete
  4. dewapoker.com melakukannya untuk tujuan SEO , tetapi untuk belajar hal-hal baru.

    ReplyDelete
  5. dewalive.com Blog Anda sangat penting bagi semua orang, teruslah berbagi.

    ReplyDelete
  6. Postingan anda sangat berguna bagi saya, terima kasih
    yespoker.net

    ReplyDelete
  7. must say that overall I am really impressed with this blog.pokertablecloths.com

    ReplyDelete
  8. Thank you for another fantastic posting.tx-holdem-poker.com

    ReplyDelete
  9. This is a nice and informative, containing all information and also has a great impact on the new technology. Thanks for sharing it game poker facebook

    ReplyDelete
  10. Thank you for another fantastic posting poker online

    ReplyDelete
  11. Thank you for another fantastic posting. Where else could anyone get that kind of information in such a perfect way of writing? I have a speech next week, and I was looking for more info ;) poker

    ReplyDelete
  12. Thanks for sharing your info. I really appreciate your efforts and I will be waiting for your further write
    Packers and Movers Bangalore
    Packers and Movers Hyderabad
    Packers and Movers Pune

    ReplyDelete
  13. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete